
Pertumbuhan industri perawatan estetika di Indonesia yang semakin pesat mendorong perhatian terhadap standar keamanan dan praktik medis yang digunakan klinik-klinik kecantikan. Isu tersebut mengemuka dalam ajang WJP Medical Award 2026 yang digelar di BlackOwl, Gading Serpong, pada 8 Januari 2026. Foto Istimewa
Jakarta, tvrijakartanews — Pertumbuhan industri perawatan estetika di Indonesia yang semakin pesat mendorong perhatian terhadap standar keamanan dan praktik medis yang digunakan klinik-klinik kecantikan. Isu tersebut mengemuka dalam ajang WJP Medical Award 2026 yang digelar di BlackOwl, Gading Serpong, pada 8 Januari 2026.
Dalam acara tersebut, sejumlah klinik dan praktisi mendapatkan penghargaan berdasarkan konsistensi penggunaan perangkat medis estetika serta kemitraan dengan distributor teknologi medis. Salah satu klinik yang menerima penghargaan adalah Immoderma Aesthetic and Wellness Clinic, yang memperoleh Top Buyer Loyal dan Loyal Partnership Award dari WJP Medical.
Dokter Kecantikan Immoderma, dr. Sekar Putri Ariviana, mengatakan meningkatnya minat masyarakat terhadap perawatan estetika saat ini diikuti dengan tuntutan yang lebih besar terhadap aspek keamanan dan kejelasan prosedur medis.
“Pasien sekarang lebih banyak bertanya soal risiko, proses, dan standar yang digunakan, bukan hanya soal hasil akhir,” ujar dr. Sekar dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/1/2026).
Menurutnya, penggunaan teknologi dalam layanan estetika perlu disertai dengan protokol klinis yang jelas, mulai dari asesmen awal hingga pemantauan setelah tindakan dilakukan. Tanpa prosedur tersebut, teknologi yang digunakan berpotensi tidak memberikan manfaat optimal.
“Yang krusial bukan sekadar alat, tetapi bagaimana tindakan medis itu dijalankan secara bertanggung jawab,” katanya.
WJP Medical menyampaikan bahwa WJP Medical Award 2026 mengusung tema World-Class Proven Technology dan menghadirkan praktisi serta pembicara dari berbagai negara. Forum tersebut membahas perkembangan teknologi estetika medis, termasuk tren perawatan dengan waktu pemulihan minimal serta pendekatan berbasis kondisi individual pasien.
Dalam diskusi tersebut juga disoroti pentingnya literasi publik sebelum menjalani perawatan estetika. Dr. Sekar menilai masyarakat perlu memahami tahapan medis yang seharusnya dijalani, seperti konsultasi sebelum tindakan, penjelasan mengenai teknologi yang digunakan, serta perawatan lanjutan pascatindakan.
“Tanpa informasi yang cukup, masyarakat rentan mengambil keputusan yang tidak sesuai dengan kebutuhan medisnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, tidak semua kondisi kulit memerlukan tindakan klinis secara langsung, karena dalam beberapa kasus perbaikan pola perawatan harian dapat menjadi langkah awal yang lebih tepat.
Ajang WJP Medical Award 2026 menjadi salah satu ruang diskusi bagi pelaku industri dan praktisi untuk meninjau kembali praktik layanan estetika, di tengah meningkatnya permintaan masyarakat dan perlunya penguatan standar keselamatan pasien.

